Artikel ini terinspirasi dari artikel di majalah web Smashing Magazine yang berjudul : Custom field hacks for WordPress.
Bedanya yang di bahas kali ini adalah pemakaian custom field untuk Textpattern.
Apa itu Textpattern ???
Textpattern adalah content management system yang fleksibel, elegan, dan mudah di operasikan. Mirip dengan WordPress kecuali bahwa pada kenyataannya WordPress dibangun hanya untuk mesin blog, sedangkan Textpattern adalah murni CMS.
Di Smashing Magazine, Anda akan menemui kata hacks pada judulnya, tapi di Textpattern mungkin kata – kata itu tidak berarti.
Di bawah ini saya akan menunjukkan cara penggunaan custom field untuk melakukan pekerjaan – pekerjaan seperti yang di maksudkan di Smashing Magazine.
Sebelumnya, ada perbedaan cara mempergunakan custom field di TxP dan WordPress. Di TxP custom field harus sudah di atur dengan nama unik. Pengaturan bisa dilakukan di halaman preferences .
Sedangkan untuk mengisi custom field bisa dilakukan lewat halaman write article. Untuk mempelajari tampilan visual dari halaman write article silakan merujuk ke Textbook.
Untuk sementara , TxP hanya menyediakan custom field sebanyak 10 buah saja, dan akan di kembang biak-kan menjadi unlimited di rilis berikutnya 4.0.9.
- Mengatur waktu kadaluwarsa artikel
- Tampilkan artikel penuh atau hanya ringkasannya saja ?
- Cara pertama dengan mempergunakan custom field.
- Dengan Override form
- Menampilkan mood ?? atau musik yang sedang di dengarkan.
- Menambahkan deskripsi META ke post
- Tautan ke sumber eksternal
Problem : Kadang kala ( seperti saat mengadakan kontes ) Anda ingin menampilkan artikel dan kemudian otomatis berhenti tampil setelah beberapa waktu. Ini mungkin akan sulit untuk melakukannya, padahal sebenarnya tidak begitu. Ya tentu saja dengan kehebatan dari custom field.
Solusi : Sayangnya…. di Textbook Textpattern tidak termuat halaman yang menceritakan bagaimana cara untuk melakukannya.
Tapi tidak perlu khawatir, karena sejak versi rilis 4.0.7, Textpattern sudah menyediakan fungsi ” best before … ” untuk menentukan waktu kadaluwarsa dari artikel.
Untuk mempergunakannya, Anda harus terlebih dahulu menentukan kapan artikel akan kadaluwarsa di halaman Write article . Kemudian di halaman template Anda , gunakan kode ini :
<txp:if_expired>
Artikel sudah kadaluwarsa.
<txp:else />
Isi artikel
</txp:if_expired>
Penjelasan kode : fungsi <txp:if_expired> akan memeriksa apakah kolom kadaluwarsa sudah di atur, jika sudah dan waktu sudah terpenuhi maka akan mengeksekusi atau menampilkan teks : Artikel sudah kadaluwarsa , jika tidak maka akan menampilkan isi dari artikel.
Anda juga bisa mengganti isi text dengan kode – kode template Anda.
Problem : Penulis artikel di Smashing Magazine heran kenapa hampir 95% ( keakuratan belum terbukti ) blogger menampilkan artikelnya dengan cara yang sama dihalaman depannya. Padahal akan lebih baik jika ada kombinasi untuk menampilkan artikel dengan full post dan atau hanya dengan ringkasannya saja.
Solusi : Ada 2 cara di Textpattern untuk memberikan opsi kepada penulis untuk menentukan bagaimana cara artikel ditampilkan, apakah dengan full post dan atau hanya dengan ringkasannya saja.
Atur terlebih ( beri nama ) dahulu 1 buah custom field lewat halaman preferences, dalam kasus ini mari kita beri nama : model.
Kemudian di template di sisipkan kode berikut :
<txp:if_custom_field name="model" val="full">
<txp:article form="full_post" />
<txp:else />
<txp:excerpt />
</txp:if_custom_field>
Penjelasan kode : kode ini sederhana, pertama Textpattern akan memeriksa custom field dengan nama model , jika isi ( val ) dari custom field adalah full, maka kode <txp:article form="full_post" /> akan di eksekusi. Jika tidak berisi full atau kosong, maka yang akan di eksekusi adalah kode <txp:excerpt /> .
Fitur Override form juga bisa dipergunakan untuk melakukan pekerjaan ini. Caranya adalah membuat beberapa buah forms berbeda, dengan model full post dan ringkasan. Bahkan untuk ringkasan pun juga bisa ditentukan menurut beberapa kondisi, seperti 1 paragraph , 2 paragraph, 100 kata dan lain – lain.
Untuk mempergunakannya, pada pilihan drop down override img , pilih form yang hendak dipergunakan oleh artikel.
Problem : Anda ingin menampilkan mood sekarang atau musik yang sedang diperdengarkan.
Solusi : Mudah. tentu saja dengan kekuatan custom field. Buat terlebih dahulu 1 custom field, beri nama mood. Di tempat yang ingin ditampilkan gunakan kode :
<txp:if_custom_field name="mood" />
<p>Mood : <txp:custom_field name="mood" /></p>
</txp:if_custom_field>
Problem : Anda ingin menambahkan deskripsi META di post, tentu saja isi deskripsi berbeda – beda tiap artikel, dan yahhh WordPress tidak bisa melakukkannya. Bagaimana dengan Textpattern ?
Solusi : Di Textpattern Anda tidak perlu melakukan hacks untuk menambahkan META. Sungguh , Textpattern sudah datang dengan fungsi itu di rilisnya.
Kali ini tanpa custom field, caranya :
Di halaman write article, di bagian kolom keywords img isi dengan tag yang ingin dipergunakan.
Kemudian di dalam tag HTML HEAD, gunakan kode berikut :
<txp:meta_keywords />
Problem : Jadi Anda ingin membuat tautan ke sumber eksternal pada judul artikel ?
Solusi : Untuk ini harus mempergunakan / menggabungkan 2 fungsi yaitu override form dan custom field.
Buat 1 buah custom field beri nama ext URI, kemudian buat sebuah form dengan nama tautan, bertipe article, dan isi dengan kode berikut :
<txp:if_custom_field name="ext URI" />
<h1><a href='<txp:custom_field name="ext URI" />'><txp:title /></a></h1>
<txp:if_custom_field />
<txp:body />
Kemudian di kolom custom field ext URI , kita tinggal menaruh alamat URI lengkap dari tautan yang di inginkan. Dan meng-override form-kan dengan mempergunakan form tautan.
Demikian 5 buah trik dan tips mempergunakan fungsi custom field seperti di WordPress. Smashing Magazine menuliskan 10 hacks di blog nya, disini saya baru membuat 5 , dan 5 lagi akan saya tampilkan di artikel yang lain.
– – Textpatternian – –



artikel menarik mas kusaeni, tapi saya mau tanya satu hal, pada poin 2 Tampilkan artikel penuh atau hanya ringkasannya saja ?, biasanya saya langusng membuat via override form tanpa custom field, yang jadi pertanyaan adalah adakah pengaruh(dari sisi efisiensi penulisan maupun performa saat eksekusi di browser) dari 2 cara yang anda sebutkan itu?
mohon penjelasannya.
salam.
Secara performa sih sama saja kayaknya, saya pribadi belum pernah coba , kalau mau coba , set saja status produksi menjadi “debugging” dan kemudian lihat trag trace dan query stat nya di view source.
Tips no 2 ini dipergunakan untuk menampilkan pola artikel di halaman depan. Kebanyakan blog, hanya menampilkan excerpt / ringkasan saja atau justru artikel penuhnya, nah dengan tips tersebut kita bisa menampilkan pola berbeda, bisa gabugan dari excerpt dan artikel penuh.
Dari sisi efisiensi penulisan kode , overide form lebih efisiensi, walau jumlah form nya tetap. Yang pasti bisa menghemat custom_field yang cuma 10 itu , kecuali sampean puynya plugins glz_custom_field, tapi sayangnya berbayar.
apa yang saya cari, terima kasih